SOLO TRAVELING? MENDING JANGAN DEH!!!

안녕하세요! Sok – sok bangetlah gue pakai Hangeul padahal kaga’ ngerti artinya! Hahaha. Saat gue ke Korea Selatan kemarin, banyak banget yang tanya sama gue dan pertanyaannya dari tiap orang hampir sama, kira – kira seperti ini :

  1. “The, kamu ke Korea sendiri?”
  2. “The, kenapa kamu nggak ikut tour aja?”
  3. “The, emang kamu nggak takut ya traveling sendiri padahal kan kamu nggak bisa bahasanya?”
  4. “The, terus kemana – kemana kamu sendiri? Emang kamu tau jalur – jalurnya?”
  5. “The, kamu sendirian banget travelingnya?”
  6. Bla… Bla… Bla…

Kalian tahu kaga’, sebenernya gue capek ngejawabin pertanyaan kalian yang menurut gue kekanak-kanakan. Sekarang teknologi udah makin canggih dan kalian nggak tinggal di zaman batu. Okay?! Hahaha. Masih perlu gue jawab nggak nih pertanyaannya? Okay, karena gue baik hati maka gue akan bahas kenapa sih kalian JANGAN melakukan Solo Traveling.

First of all, gue emang orang yang suka dolan. Apalagi pergi ke suatu tempat yang belum pernah gue belum pernah datangi sebelumnya. Ya gue ke tempat itu kadang sendiri ataupun kadang sama teman – teman gue. Nah, sebagai contoh gue kemarin liburan ke Korea Selatan dan gue pergi sendirian atau bahasa gaulnya adalah Solo Traveling.

Gue emang pernah ke Korea Selatan pada tahun 2013 selama 2 minggu, tapi itu adalah exchange student program dari kampus. Jadi, gue nggak bisa explore banyak tempat karena gue kesana bukan untuk liburan melainkan belajar bahasa, tulisan dan kebudayaan Korea Selatan. Nah, yang kemarin ini gue bener – bener ke Korea Selatan untuk liburan selama kurang lebih 11 hari dan SENDIRI.

Kenapa gue bold kata SENDIRI? Ada yang salah? Mungkin kata tersebut akan menjadi salah untuk sebagian orang yang tidak mempunyai mental. Solo traveling memang hanya untuk orang – orang yang bermental baja. Semua persiapan gue lakukan sendiri, dari mulai tanggal berangkat dan tanggal pulang, tempat menginap, tiket pesawat, cuti kerja, visa, paspor, uang saku, pakaian, kamera, dll. Pasti hal tersebut akan terdengar ribet untuk kalian yang nggak mengerti seni dari traveling. Persiapan seperti ini malah justru hal yang MENGASIKAN. Kenapa? Dengan mempersiapkan hal – hal tersebut sendiri gue secara tidak langsung belajar untuk mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Bawalah barang seperlunya saja. Ingat, kalian mau liburan bukan mau pindah rumah! ^^

Jujur ya, gue nggak bisa bahasa Korea Selatan apalagi tulisannya, tepatnya udah lupa karena udah lama banget gue belajar dan nggak pernah gue pakai juga. Gue nggak pernah ngikutin drama Korea Selatan. Gue nggak ngerti artis Korea Selatan. Gue nggak ngerti cara naik subway ataupun bus di Korea Selatan. Di Seoul gue emang punya temen lokal Korea Selatan, tapi itupun mereka nggak bisa nemenin gue setiap saat karena mereka juga harus kerja. Di Busan gue nggak ngerti sama sekali, karena di aplikasi Citymapper yang gue download cuma ada peta Seoul. Mampuslah gue kalau gue menye – menye. Udah nangis di Busan Station mungkin deh kalau gue lemah. Tapi, hari gini udah ada internet bos! Ada google map, penyelamat gue. Mau naik subway line berapa, transfer di station mana udah jelas banget atau mau naik bus nomor berapa juga udah jelas juga. Bahkan udah ada harga tiketnya juga. Gampang bos! Lah terus kalau mau tanya orang lokal sana gimana? Kan disana jarang ada yang bisa bahasa Inggris. Pake body language lah! Hahaha. Kan ada google translate, ngapain dibuat susah? Tapi, bener deh body language juga sangat membantu gue buat jelasin saat tanya sama orang lokal hahaha. Nah, kalian masih bilang ini menakutkan? Ini MENGASIKKAN! Secara nggak langsung gue belajar survive di negara lain. Kalau ikut tour semua terima jadi dan terikat waktu, gue nggak suka yang kaya gitu. Gue pengen bebaaasss berjalan kemana angin membawa gue. Tsaaahhh! Hahaha ^^

Tahu nggak sih kalian, ketika gue ke Korea Selatan kemarin percaya nggak percaya gue buat itenerary tiap pagi hari sebelum gue jalan – jalan hahaha. Kebiasaan gue ketika dulu Solo Traveling ke Singapore juga kaya gini. Ya, Solo Traveling enaknya emang lebih fleksibel dalam mengatur itenerary. Mau kemana tempatnya, kapan berangkatnya dan berapa lama gue stay di tempat tersebut ya terserah gue, yang penting semua target itenerary tercapai hari itu. Enak kan? Nggaklah! Ini MENGASIKAN! Secara nggak langsung gue belajar buat me-manage waktu.

Jalan kemana – mana sendiri, mau istirahat tinggal istirahat, mau makan juga terserah kita, nggak perlu puyeng tanya kamu pengen makan apa, dimana dan bla bla bla. Hal seperti ini adalah hal yang menyenangkan ketika gue melakukan Solo Traveling. Gue nggak perlu ribet dengan hal – hal semacam itu. Kalau gue capek ya udah gue istirahat dimanapun gue pengen istirahat. Menyedihkan ya? Nggaklah! Ini MENGASIKAN! Secara nggak langsung gue belajar memahami limit dari diri gue sendiri.

Dan ini beberapa hasil jepretan gue ketika kemarin gue Solo Traveling ke Korea Selatan :

Insadong
Seoul
Gyeongbokgung Palace
Gyeongbokgung Palace
King Sejong – Gwanghwamun Gate
Seoul Museum of Art
Bukchon Hanok Village
Deoksugung Palace
Cheonggyecheon
Gyeongbokgung Palace
Gyeongbokgung Palace

SOLO TRAVELING? MENDING JANGAN DEH!

Soalnya SANGAT nggak MENGASIKAN & SO ADDICTIVE !!! 

Gimana? Kalau kalian punya pengalaman Solo Traveling atau pengen banget Solo Traveling tapi masih takut buat eksekusi silakan comment di bawah, siapa tahu nanti kalian bisa dapat temen buat traveling! Dan buat kalian yang masih berminat untuk Solo Traveling, gue akan share beberapa tips Solo Traveling menurut gue di artikel selanjutnya. ^^

Last but not least, SALAM GANTENG! :pose ganteng:

10 Hal yang Aku Suka & Tidak Suka tentang Korea Selatan

Huaaahhh, lama nggak update blog ini yah ternyata hehe. Halo semua, apa kabar? Semoga kalian semua yang sedang membaca tulisanku ini dalam keadaan yang sehat. Amiiinnn.

Gyeongbokgung Palace

Jadi, kemarin dari tanggal 14 Mei sampai dengan tanggal 25 Mei 2017, aku liburan ke Korea Selatan. Tepatnya 2 kota, yaitu Seoul dan Busan. 1 malam aku tinggal di Incheon karena sampai airport sudah kemaleman, di Seoul aku tinggal selama 7 hari dan di Busan aku tinggal selama 3 hari. Karena emang pada dasarnya aku nggak ngikutin drama Korea, K-Pop, ataupun produk kosmetik, jadi disana aku bener – bener yang traveling naik subway dan jalan kaki. Dan sampai sekarang kaki masih berasa agak sakit gara – gara kebanyakan jalan kaki dan jaraknya lumayan jauh. Nah, buat kalian yang jadi ‘korban’ drama Korea dan seneng banget sama suasana Korea Selatan yang kaya di drama Korea itu, ternyata nggak 100% sama coy! Selama 11 hari liburan di Korea Selatan, aku mengamati beberapa hal yang membuat aku merasa suka tapi sekaligus juga nggak suka dengan kebiasaan orang – orang disana.

10 Hal yang aku SUKA dari Korea Selatan

  1. Kotanya bersih. Sangat jarang kita jumpai sampah berserakan di pinggir jalan ataupun di sungai. Bahkan ketika aku naik subway dan bus, nggak ada sampah yang terlihat. Mau di Seoul ataupun Busan semuanya bersih, dan hampir nggak ada perbedaan kebersihan antara 2 kota ini. Salut!!!
  2. Kotanya aman. Dimanapun tempatnya, mau di jalan, stasiun, bus, dan subway semuanya aman. Jalan sendiri kemanapun dan bawa apapun puji Tuhan aman, kejahatan atau kriminal sepertinya sangat jarang terjadi di Seoul ataupun Busan. Eits, walaupun aku bilang kaya gini tapi kalian jangan terus lupa dan nggak waspada ya! Kalian harus tetap waspada dimanapun dan kapanpun. Ok? ^^
  3. Kotanya tertata. Di Seoul ataupun Busan semua bangunan tertata dengan sangat rapi, kalaupun ada pedagang kaki lima itu juga bener – bener tertata tempatnya. Jadi, para pejalan kaki pun juga nyaman dalam berjalan karena tempat berjalan juga masih lebar.
  4. Teknologinya sangat baik. Bukan Korea Selatan kalau tidak banyak ditemukan mesin otomatisasi dan kode. Saat aku berkunjung ke Korea Selatan, aku banyak menemukan mesin otomatisasi, contohnya : mesin untuk membeli tiket subway, mesin untuk me-refund tiket subway, mesin untuk memesan makanan, dll. Selain itu, sekuritas disana sangatlah baik, contohnya : untuk masuk ke toilet di beberapa tempat menggunakan kode dan untuk masuk ke hostel juga menggunakan kode untuk membuka pintu. Jadi, kita tidak usah ribet – ribet membawa kunci hostel dan takut hilang. Tapi, kalau tiba – tiba amnesia gimana ya? HAHAHA ^^
  5. Pejalan kaki sangat dihargai. Ini yang sangat aku suka dari Korea Selatan, pejalan kaki sangat dihargai apalagi ketika akan menyeberang tapi tidak ada lampu penyeberangan. Ketika orang – orang akan menyeberang, mobil dan motor akan berhenti seberapa kencangnya mereka. Nyaman bukan? Nah, ketika kalian ingin menyeberang sebaiknya gunakan jalur penyeberangan dan lihat lampu penyeberangan untuk keamanan. Tapi, jika kalian di daerah yang memang tidak ada jalur penyeberangan dan lampu penyeberangan, silakan menyeberang tapi tetap waspada walaupun mobil dan motor pasti akan berhenti ketika tau kalian akan menyeberang. Menyenangkan bukan? ^^
  6. Transportasi nyaman, mudah dan banyak. Ya bener banget, transportasi di Korea Selatan emang sangat nyaman karena bersih dan semua orang antri dengan rapi saat akan menaikinya. Selain itu juga sangat mudah mencarinya dan banyak sekali. Hampir setiap 5 menit pasti ada subway yang tersedia dan sejauh aku bepergian menggunakan subway dan bus, semuanya aman.
  7. Anak mudanya sangat stylist dan perfectionist. Sangat jarang kita menemukan anak muda di Korea Selatan yang tidak sylist. Jarang banget! Hampir semuanya selalu bergaya walaupun mungkin cuma pergi jarak dekat. Mungkin mereka takut terlihat jelek atau nggak perfect. Mungkin lho ya! Hahaha. Sampai – sampai ketika aku liburan disana, mau nggak mau aku pakai celana panjang, sepatu, dan kaos yang wajar padahal cuma ke CU atau GS25 karena nggak mau terlihat aneh. Hahaha.
  8. Orang Korea Selatan sangat baik ketika kita sudah kenal. Ketika kalian liburan ke Korea dalam waktu yang mungkin agak lama, sebaiknya kalian berkenalan dengan orang lokal. Karena apa? Mereka sebenarnya sangat baik kepada pendatang atau visitor seperti kita. Mungkin memang agak susah karena mereka juga akan bersikap defensif. Wajar! Tapi bener deh, ketika kalian ada teman atau kenalan orang lokal, kalian akan ditemani dan dijamu oleh mereka. Dan pengalamanku punya teman orang Korea Selatan, ketika kita liburan disana, kita akan diberitahu cara menggunakan subway, bus, dan dinasehati tempat mana yang keren dan tempat mana yang berbahaya juga. Sangat menyenangkan kan? Kita dijaga oleh teman kita. ^^
  9. Ekspresif. Nah, ini nih yang lucu. Kalau kalian suka nonton drama Korea pasti tau deh ekspresi muka orang Korea Selatan kalau lagi terpukau dengan suatu hal. Mereka bisa benar – benar ekspresif dan itu selalu membuatku suka dengan ekspresi muka mereka. Ekspresinya bener – bener bisa dapet banget.
  10. Tidak terbiasa dimanjakan. Mungkin benar kalau pemerintah sebaiknya jangan terlalu memanjakan warganya. Kesadaran diri orang Korea Selatan sangatlah tinggi. Mereka benar – benar menjaga fasilitas umum. Hampir jarang aku temukan fasilitas umum yang rusak selama di Korea Selatan. Semuanya bekerja dengan sangat baik dan tidak ada coretan – coretan sama sekali. Luar biasa! ^^

10 Hal yang aku TIDAK SUKA dari Korea Selatan.

  1. Selalu merasa mau ditabrak ketika berjalan. Ketika aku jalan di stasiun pada saat rush hour, orang – orang berjalan sangat cepat dan kadang tidak beraturan. Ini kadang membuatku bingung untuk mengambil jalur untuk berjalan dan tidak jarang aku berasa mau ditabrak dengan orang – orang yang berjalan dari arah sebaliknya. Standar jalur jalan orang Korea Selatan adalah kanan, jadi kalau mau menyalip ya dari kiri. Tapi ternyata itu nggak berlaku pada saat – saat tertentu. Mabok kaga loh!
  2. Sering tertipu dengan ETA orang Korea Selatan. Hwaa ini, orang Korea Selatan terbiasa berjalan cepat. Lah gue? Hahaha. Sering aku nanya sama teman – teman yang memang mereka adalah orang lokal Korea Selatan, berapa lama perjalanannya kalau kita jalan kaki? Mereka menjawab 5 menit jalan kaki. Tapi apa? Aku jalan selama 20 menit baru sampai. What the…. Ya, memang ETA orang Korea Selatan dan orang Indonesia seperti aku ini beda banget ya. Hahaha sedih 🙁
  3. Biaya hidup tinggi. Bagi orang Indonesia yang kerjanya hanya seorang karyakan seperti aku ini, biaya hidup di Korea Selatan memang sangatlah tinggi. Untuk sekali makan saja aku harus merogoh kocek sebesar 9000 won, atau sekitar 108.000 rupiah. Untuk jajanan seperti kopi di CU, Sevel atapun GS25, aku harus merogoh kocek sebesar 2000 won, atau sekitar 24.000 rupiah. Anggaplah 1 won = 12 rupiah. Pusing kaga tuh! Hahaha 🙁
  4. No Smoking Area! Karena aku adalah perokok, aku nggak suka sama hal satu ini. Di Korea Selatan sangat susah mencari tempat untuk merokok, hampir tidak ada atau jarang ada cafe yang menyediakan smoking area di dalamnya. Kalau sampai merokok sembarang bisa – bisa kena denda kalau ketahuan polisi. Memang sih, pemerintah Korea Selatan sedang menekan jumlah perokok dengan cara menaikan harga rokok. Tapi sepertinya masih banyak juga warganya yang merokok.
  5. Meludah sembarangan. Hal ini masih terhubung dengan hal diatas. Kenapa? Setelah aku menemukan smoking area hal selanjutnya yang aku nggak suka adalah banyak orang yang merokok dan meludah sembarangan di area tersebut. Hal ini bikin risih, seriusan. Mau nggak mau aku jadi pengen cepat – cepat pergi dari tempat tersebut karena risih. Duh! 🙁
  6. Porsi makan yang aduhai. Kalau kalian ingin traveling ke Korea Selatan sebaiknya minimal 2 orang. Kenapa? Karena porsi makanan di Korea Selatan lebih cocok untuk minimal 2 orang. Selain karena porsinya yang memang besar, harganya juga nggak murah. Jadi, kalau kalian pergi berdua setidaknya bisa patungan untuk makan.
  7. Tidak semua orang bisa berbahasa Inggris. Ketika kalian pergi ke suatu negara dan di negara tersebut tidak banyak orang yang bisa berbahasa Inggris, maka senjata kalian ada body language! Di Korea Selatan, apalagi di Busan, orang – orang lokal hampir tidak bisa berbahasa Inggris dan terkadang hal tersebut menyulitkanku untuk bertanya. Sekali lagi body language sangat penting peranannya di sini hahaha. Dan jangan lupa selalu sedia google map atau map offline dan google translate ketika kalian mulai kebingungan.
  8. Tidak alami. Korea Selatan terkenal dengan operasi plastiknya. Ini operasi untuk mempercantik ataupun memperganteng muka ya, bukan ngoprasi ember atau tas kresek! HAHAHA. Well, banyak banget orang – orang di sana yang rela merogoh kocek hingga 600.000 won hingga 3000.000 won untuk mengoperasi mata mereka agar terlihat lebih besar. Untuk memancungkan hidung mereka, harga yang harus mereka bayar adalah sekitar 1.500.000 won hingga 5.000.000 won. Mahal kan? Tapi demi terlihat cantik atau ganteng mereka rela – rela aja. Kalau kalian rela nggak? ^^
  9. Di beberapa daerah masih banyak yang buang sampah sembarangan. Di beberapa tempat di Seoul atupun Busan, ternyata masih ada orang – orang yang membuang sampah sembarangan. Ya, walaupun nggak banyak sih cuma kadang aku bertanya sama diriku sendiri. Ternyata selalu ada ya orang – orang yang seperti itu dimanapun itu.
  10. Sangat susah mendapatkan tempat sampah di beberapa tempat. Nah yang terakhir ini, masih ada hubungannya dengan hal yang diatas. Dibeberapa tempat mau di Seoul ataupun di Busan sangat susah menemukan tempat sampah. Mungkin hal ini yang membuat orang – orang membuang sampah sembarangan. Aku kadang sampai membawa – bawa sampah sampai ke stasiun karena memang nggak ada tempat sampah di area tersebut.

Nah, kira – kira seperti ini nih 10 hal yang aku suka dan nggak suka dari Korea Selatan selama aku liburan disana. Well, mungkin ini subjektif ya dari aku sendiri dan apa yang aku rasakan selama disana. Tapi, nggak ada salahnya kan aku share ke kalian semua. Kira – kira kalau kalian pernah ke Korea Selatan dan punya pengalaman berbeda dengan yang aku alami, bisalah share dengan comment di bawah.

Last but not least, SALAM GANTENG! :pose ganteng: