10 Hal yang Aku Suka & Tidak Suka tentang Korea Selatan

Huaaahhh, lama nggak update blog ini yah ternyata hehe. Halo semua, apa kabar? Semoga kalian semua yang sedang membaca tulisanku ini dalam keadaan yang sehat. Amiiinnn.

Gyeongbokgung Palace

Jadi, kemarin dari tanggal 14 Mei sampai dengan tanggal 25 Mei 2017, aku liburan ke Korea Selatan. Tepatnya 2 kota, yaitu Seoul dan Busan. 1 malam aku tinggal di Incheon karena sampai airport sudah kemaleman, di Seoul aku tinggal selama 7 hari dan di Busan aku tinggal selama 3 hari. Karena emang pada dasarnya aku nggak ngikutin drama Korea, K-Pop, ataupun produk kosmetik, jadi disana aku bener – bener yang traveling naik subway dan jalan kaki. Dan sampai sekarang kaki masih berasa agak sakit gara – gara kebanyakan jalan kaki dan jaraknya lumayan jauh. Nah, buat kalian yang jadi ‘korban’ drama Korea dan seneng banget sama suasana Korea Selatan yang kaya di drama Korea itu, ternyata nggak 100% sama coy! Selama 11 hari liburan di Korea Selatan, aku mengamati beberapa hal yang membuat aku merasa suka tapi sekaligus juga nggak suka dengan kebiasaan orang – orang disana.

10 Hal yang aku SUKA dari Korea Selatan

  1. Kotanya bersih. Sangat jarang kita jumpai sampah berserakan di pinggir jalan ataupun di sungai. Bahkan ketika aku naik subway dan bus, nggak ada sampah yang terlihat. Mau di Seoul ataupun Busan semuanya bersih, dan hampir nggak ada perbedaan kebersihan antara 2 kota ini. Salut!!!
  2. Kotanya aman. Dimanapun tempatnya, mau di jalan, stasiun, bus, dan subway semuanya aman. Jalan sendiri kemanapun dan bawa apapun puji Tuhan aman, kejahatan atau kriminal sepertinya sangat jarang terjadi di Seoul ataupun Busan. Eits, walaupun aku bilang kaya gini tapi kalian jangan terus lupa dan nggak waspada ya! Kalian harus tetap waspada dimanapun dan kapanpun. Ok? ^^
  3. Kotanya tertata. Di Seoul ataupun Busan semua bangunan tertata dengan sangat rapi, kalaupun ada pedagang kaki lima itu juga bener – bener tertata tempatnya. Jadi, para pejalan kaki pun juga nyaman dalam berjalan karena tempat berjalan juga masih lebar.
  4. Teknologinya sangat baik. Bukan Korea Selatan kalau tidak banyak ditemukan mesin otomatisasi dan kode. Saat aku berkunjung ke Korea Selatan, aku banyak menemukan mesin otomatisasi, contohnya : mesin untuk membeli tiket subway, mesin untuk me-refund tiket subway, mesin untuk memesan makanan, dll. Selain itu, sekuritas disana sangatlah baik, contohnya : untuk masuk ke toilet di beberapa tempat menggunakan kode dan untuk masuk ke hostel juga menggunakan kode untuk membuka pintu. Jadi, kita tidak usah ribet – ribet membawa kunci hostel dan takut hilang. Tapi, kalau tiba – tiba amnesia gimana ya? HAHAHA ^^
  5. Pejalan kaki sangat dihargai. Ini yang sangat aku suka dari Korea Selatan, pejalan kaki sangat dihargai apalagi ketika akan menyeberang tapi tidak ada lampu penyeberangan. Ketika orang – orang akan menyeberang, mobil dan motor akan berhenti seberapa kencangnya mereka. Nyaman bukan? Nah, ketika kalian ingin menyeberang sebaiknya gunakan jalur penyeberangan dan lihat lampu penyeberangan untuk keamanan. Tapi, jika kalian di daerah yang memang tidak ada jalur penyeberangan dan lampu penyeberangan, silakan menyeberang tapi tetap waspada walaupun mobil dan motor pasti akan berhenti ketika tau kalian akan menyeberang. Menyenangkan bukan? ^^
  6. Transportasi nyaman, mudah dan banyak. Ya bener banget, transportasi di Korea Selatan emang sangat nyaman karena bersih dan semua orang antri dengan rapi saat akan menaikinya. Selain itu juga sangat mudah mencarinya dan banyak sekali. Hampir setiap 5 menit pasti ada subway yang tersedia dan sejauh aku bepergian menggunakan subway dan bus, semuanya aman.
  7. Anak mudanya sangat stylist dan perfectionist. Sangat jarang kita menemukan anak muda di Korea Selatan yang tidak sylist. Jarang banget! Hampir semuanya selalu bergaya walaupun mungkin cuma pergi jarak dekat. Mungkin mereka takut terlihat jelek atau nggak perfect. Mungkin lho ya! Hahaha. Sampai – sampai ketika aku liburan disana, mau nggak mau aku pakai celana panjang, sepatu, dan kaos yang wajar padahal cuma ke CU atau GS25 karena nggak mau terlihat aneh. Hahaha.
  8. Orang Korea Selatan sangat baik ketika kita sudah kenal. Ketika kalian liburan ke Korea dalam waktu yang mungkin agak lama, sebaiknya kalian berkenalan dengan orang lokal. Karena apa? Mereka sebenarnya sangat baik kepada pendatang atau visitor seperti kita. Mungkin memang agak susah karena mereka juga akan bersikap defensif. Wajar! Tapi bener deh, ketika kalian ada teman atau kenalan orang lokal, kalian akan ditemani dan dijamu oleh mereka. Dan pengalamanku punya teman orang Korea Selatan, ketika kita liburan disana, kita akan diberitahu cara menggunakan subway, bus, dan dinasehati tempat mana yang keren dan tempat mana yang berbahaya juga. Sangat menyenangkan kan? Kita dijaga oleh teman kita. ^^
  9. Ekspresif. Nah, ini nih yang lucu. Kalau kalian suka nonton drama Korea pasti tau deh ekspresi muka orang Korea Selatan kalau lagi terpukau dengan suatu hal. Mereka bisa benar – benar ekspresif dan itu selalu membuatku suka dengan ekspresi muka mereka. Ekspresinya bener – bener bisa dapet banget.
  10. Tidak terbiasa dimanjakan. Mungkin benar kalau pemerintah sebaiknya jangan terlalu memanjakan warganya. Kesadaran diri orang Korea Selatan sangatlah tinggi. Mereka benar – benar menjaga fasilitas umum. Hampir jarang aku temukan fasilitas umum yang rusak selama di Korea Selatan. Semuanya bekerja dengan sangat baik dan tidak ada coretan – coretan sama sekali. Luar biasa! ^^

10 Hal yang aku TIDAK SUKA dari Korea Selatan.

  1. Selalu merasa mau ditabrak ketika berjalan. Ketika aku jalan di stasiun pada saat rush hour, orang – orang berjalan sangat cepat dan kadang tidak beraturan. Ini kadang membuatku bingung untuk mengambil jalur untuk berjalan dan tidak jarang aku berasa mau ditabrak dengan orang – orang yang berjalan dari arah sebaliknya. Standar jalur jalan orang Korea Selatan adalah kanan, jadi kalau mau menyalip ya dari kiri. Tapi ternyata itu nggak berlaku pada saat – saat tertentu. Mabok kaga loh!
  2. Sering tertipu dengan ETA orang Korea Selatan. Hwaa ini, orang Korea Selatan terbiasa berjalan cepat. Lah gue? Hahaha. Sering aku nanya sama teman – teman yang memang mereka adalah orang lokal Korea Selatan, berapa lama perjalanannya kalau kita jalan kaki? Mereka menjawab 5 menit jalan kaki. Tapi apa? Aku jalan selama 20 menit baru sampai. What the…. Ya, memang ETA orang Korea Selatan dan orang Indonesia seperti aku ini beda banget ya. Hahaha sedih 🙁
  3. Biaya hidup tinggi. Bagi orang Indonesia yang kerjanya hanya seorang karyakan seperti aku ini, biaya hidup di Korea Selatan memang sangatlah tinggi. Untuk sekali makan saja aku harus merogoh kocek sebesar 9000 won, atau sekitar 108.000 rupiah. Untuk jajanan seperti kopi di CU, Sevel atapun GS25, aku harus merogoh kocek sebesar 2000 won, atau sekitar 24.000 rupiah. Anggaplah 1 won = 12 rupiah. Pusing kaga tuh! Hahaha 🙁
  4. No Smoking Area! Karena aku adalah perokok, aku nggak suka sama hal satu ini. Di Korea Selatan sangat susah mencari tempat untuk merokok, hampir tidak ada atau jarang ada cafe yang menyediakan smoking area di dalamnya. Kalau sampai merokok sembarang bisa – bisa kena denda kalau ketahuan polisi. Memang sih, pemerintah Korea Selatan sedang menekan jumlah perokok dengan cara menaikan harga rokok. Tapi sepertinya masih banyak juga warganya yang merokok.
  5. Meludah sembarangan. Hal ini masih terhubung dengan hal diatas. Kenapa? Setelah aku menemukan smoking area hal selanjutnya yang aku nggak suka adalah banyak orang yang merokok dan meludah sembarangan di area tersebut. Hal ini bikin risih, seriusan. Mau nggak mau aku jadi pengen cepat – cepat pergi dari tempat tersebut karena risih. Duh! 🙁
  6. Porsi makan yang aduhai. Kalau kalian ingin traveling ke Korea Selatan sebaiknya minimal 2 orang. Kenapa? Karena porsi makanan di Korea Selatan lebih cocok untuk minimal 2 orang. Selain karena porsinya yang memang besar, harganya juga nggak murah. Jadi, kalau kalian pergi berdua setidaknya bisa patungan untuk makan.
  7. Tidak semua orang bisa berbahasa Inggris. Ketika kalian pergi ke suatu negara dan di negara tersebut tidak banyak orang yang bisa berbahasa Inggris, maka senjata kalian ada body language! Di Korea Selatan, apalagi di Busan, orang – orang lokal hampir tidak bisa berbahasa Inggris dan terkadang hal tersebut menyulitkanku untuk bertanya. Sekali lagi body language sangat penting peranannya di sini hahaha. Dan jangan lupa selalu sedia google map atau map offline dan google translate ketika kalian mulai kebingungan.
  8. Tidak alami. Korea Selatan terkenal dengan operasi plastiknya. Ini operasi untuk mempercantik ataupun memperganteng muka ya, bukan ngoprasi ember atau tas kresek! HAHAHA. Well, banyak banget orang – orang di sana yang rela merogoh kocek hingga 600.000 won hingga 3000.000 won untuk mengoperasi mata mereka agar terlihat lebih besar. Untuk memancungkan hidung mereka, harga yang harus mereka bayar adalah sekitar 1.500.000 won hingga 5.000.000 won. Mahal kan? Tapi demi terlihat cantik atau ganteng mereka rela – rela aja. Kalau kalian rela nggak? ^^
  9. Di beberapa daerah masih banyak yang buang sampah sembarangan. Di beberapa tempat di Seoul atupun Busan, ternyata masih ada orang – orang yang membuang sampah sembarangan. Ya, walaupun nggak banyak sih cuma kadang aku bertanya sama diriku sendiri. Ternyata selalu ada ya orang – orang yang seperti itu dimanapun itu.
  10. Sangat susah mendapatkan tempat sampah di beberapa tempat. Nah yang terakhir ini, masih ada hubungannya dengan hal yang diatas. Dibeberapa tempat mau di Seoul ataupun di Busan sangat susah menemukan tempat sampah. Mungkin hal ini yang membuat orang – orang membuang sampah sembarangan. Aku kadang sampai membawa – bawa sampah sampai ke stasiun karena memang nggak ada tempat sampah di area tersebut.

Nah, kira – kira seperti ini nih 10 hal yang aku suka dan nggak suka dari Korea Selatan selama aku liburan disana. Well, mungkin ini subjektif ya dari aku sendiri dan apa yang aku rasakan selama disana. Tapi, nggak ada salahnya kan aku share ke kalian semua. Kira – kira kalau kalian pernah ke Korea Selatan dan punya pengalaman berbeda dengan yang aku alami, bisalah share dengan comment di bawah.

Last but not least, SALAM GANTENG! :pose ganteng:




11 thoughts on “10 Hal yang Aku Suka & Tidak Suka tentang Korea Selatan

    1. Hi Rani, sebelumnya terima kasih sudah mampir kesini.
      Untuk free wifi terdapat dibeberapa tempat, seperti airport dan cafe. (setahu saya)
      Tapi aku saranin mendingan beli sim-card for foreigner aja selama disana, seperti aku kemarin.
      Info selengkapnya bisa dicek disini : http://egsimcard.co.kr/
      Thank you ^^

      Cheers,
      Theo Nugraha

      1. hai theo, bisa dibantu detail card nya harga berapa ya ? dan dapet fasilitas akses internet nya brp banyak ? soalnya kemarin kepikiran ngebuka paket roaming nya simpati, tapi harga nya bikin sesak nafas duluan 😂😂😂

      2. Hi Gladys, terima kasih sebelumnya sudah mampir.
        FYI, kemarin aku beli egsimcard di :

        Seoul station : Premium travel center
        Airport railroad, Seoul Train Station, 2nd floor basement (B2), City Airport Terminal

        Ada banyak banget paketnya disana, ada yang hanya paket data (5 hari, 7 hari, 30 hari) dan data + pulsa. Nanti kalau mau beli jangan lupa bawa paspor dan jenis sim-card yang pengen kamu beli ya 🙂

        Pengalaman kemarin aku beli paket data yang 5 hari, mohon maaf untuk harganya aku agak kelupaan. Kalau nggak salah sekitar IDR 200.000an.

        Oh iya, paket datanya itu nggak ada batas kuotanya. Jadi misal kamu beli yang 5 hari ya kamu bebas pakai 5 hari. Nyaman banget pokoknya dan nggak bergantung sama free wifi.

        Cheers,
        Theo Nugraha

  1. The, kebudayaan tradisional nya gmn disana the, kan kata orang2 disana kebudayaan nya sangat terjaga.
    selain subway sm bus, apa ad transportasi tradisional nya ataupun transportasi online/taxi dan mahal gak transportasi disana.
    thank you the’…
    Regards
    DSH

    1. Hi Dias, thank you sebelumnya karena sudah mampir kesini. Okay, aku akan jawab pertanyaannya setau aku ya. CMIIW ^^

      “The, kebudayaan tradisional nya gmn disana the, kan kata orang2 disana kebudayaan nya sangat terjaga.” => Iya bener banget, kebudayaan disana emang bener – bener terjaga banget, contohnya Korea Selatan terkenal dengan banyaknya palace. Semua palace disana bener – bener terjaga dan nggak ada satu palace yang rusak. Selain itu, disana juga ada yang namanya Bukchon Hanok Village. Apa itu? Itu adalah daerah atau area yang isinya rumah – rumah Korea tempo dulu. Rumah – rumah tersebut masih dihuni penduduk hingga sekarang dan benar – benar terawat.

      “selain subway sm bus, apa ad transportasi tradisional nya ataupun transportasi online/taxi dan mahal gak transportasi disana.” => Well, untuk transportasi yang aku nikmatin hanya subway dan bus. Taxi disana harganya mahal dan kata temanku juga rawan penipuan kalau foreigner naik taxi sendiri. Misal nih, harusnya dekat malah diputer – puterin biar argonya mahal. Selama disana aku sama sekali nggak pernah naik taxi, karena memang subway dan bus sudah sangat nyaman, aman dan murah. Biaya subway dan bus berkisar antara 900 – 1500 won tergantung jaraknya. Untuk transportasi tradisionalnya malah aku sama sekali nggak lihat selama disana.^^

  2. Halo Theo, kurang lebih aku setuju sama kamu. Mengganggu banget ya orang yang suka ludah sembarangan. Kadang sedih kotanya udah bersih tapi ngeludah di trotoar 😢

    Kalo aman sih aman banget ya, mungkin karena ada cctv dimana-mana. Aku dan temen (cewek semua) naik taksi jam 3 pagi trus nunggu di stasiun mrt sampe buka santai aja haha

    Aku gak sempet ke Busan, kemarin ke cuma Seoul dan Jeju. Busan recommended gak?

    1. Hi Mully, thanks ya udah mampir kesini dan sharing pengalamannya juga! ^^

      Iya bener banget, banyak banget yang buang ludah sembarangan dan itu bikin sangat risih.
      Setuju, aman banget selama aku tinggal disana tapi tetep harus waspada ya. Takutnya kalau lagi apes bisa kecolongan juga dan ribetnya (aku) nggak bisa bahasa Korea. Hahaha

      Busan terkenal karena pantainya yang indah. Waktu itu aku hanya mampir ke 1 pantai, yaitu Gwangalli Beach dan suasananya indah banget karena di pinggir pantai banyak cafe dan tempat makan, selain itu kita juga bisa menikmati Gwangalli Bridge yang kalau malam hari sangat indah karena lampunya warna – warni. Sebenernya mau ke Taejongdae Beach, tapi waktunya kurang jadi belum sempat. 2 pantai ini rekomendasi dari temanku yang asli Korea dan terbukti Gwangalli Beach emang luar biasa indahnya. Aku sangat merekomendasikan Busan, kalau kamu pergi ke Korea Selatan lagi. ^^

      Cheers,
      Theo Nugraha

  3. Great essay, I’ve read it interestingly
    and I agree with your opinion generally lol
    I have one question, what’s ETA?

    1. Hi Hanbyul, thanks in advance for read my blog and no offense, okay? LOL
      Thanks also for accepting about my subjective judgment even thought you are Korean.
      I really appreciate that.^^
      Well, ETA is Estimated Time of Arrival. It’s a slang language.

      Cheers,
      Theo Nugraha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *